Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Dicatut ke Pejabat DKI Jakarta

    116
    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno bersama tim utama pemenangannya (Istimewa/Dok. indonesianews.id)

    INDONESIANEWS – Untuk memaksimalkan kinerja Pemprov DKI Jakarta, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ketika resmi menjabat akan membuka “Rumah Partisipasi”. Warga melalui rumah ini dapat menyampaikan aspirasi seputar pembangunan ibu kota negara.

    Gubernur terpilih Anies Baswedan mengatakan dirinya membuka pintu selebar-lebarnya guna merima laporan masyarakat. Masukan akan digunakan sepanjang periode kepemimpinannya. “Silakan datang dan laporkan,” ujar Anies di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

    Rumah Partisipasi dimaksud, menurut Anies, menjadi semacam rumah perjuangan. Wajar saja sebab tempat yang dipakai milik mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang melegenda.

    “Almarhum Ali Sadikin tinggal di sini dan rumahnya selalu terbuka untuk masyarakat,” ungkap Anies, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

    Tak hanya itu, rumah itu juga dijadikan sebagai dasar demokrasi di Indonesia. Bahkan Petisi 50 juga ditandatangani di rumah Ali Sadikin dimaksud. “Makanya kami ingin menggunakan rumah ini sebagai tempat perjuangan,” ujarnya.

    Selain itu, Anies-Sandi membentuk beberapa tim. Bentuknya berupa tim pengarah, pakar, dan tim sinkronisasi. Tim pengarah bekerja memayungi aspirasi masyarakat yang diungkapkan selama kampanye. “Tim ini diketuai Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso, sementara Mardani Ali Sera dan Boy Sadikin sebagai wakil ketua,” ujarnya.

    Selain itu, juga ada tim pakar. Tim ini sudah ada sejak proses pencalonanan Anies-Sandi sebagai calon nakhoda DKI Jakarta. “Tugasnya mengumpulkan data selama kampanye,” ucapnya.

    Anies menjelaskan tim sinkronisasi bertugas untuk program yang dimasukkan ke dalam APBD. Program ini disusun berdasar aspirasi warga. “Tim ini nantinya akan bekerja bersama Pemprov, DPRD, dan kalangan swasta,” tambah Anies.

    Sementara terkait komunikasi, Anies-Sandi sudah menunjuk tiga orang yang akan menjadi juru bicara. Ketiga orang itu adalah Naufal Firman Yursak, Hartono Iggi Putro, dan Alexander Yahya Datuk.

    “Semua urusan komunikasi Anies-Sandi, tim pengarah, dewan pakar dan tim sinkronisasi melalui jubir (juru bicara),” ucapnya.

    Tim Ilegal

    Saat ini, lanjut Anies, sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi mendatangi pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta. Anies memastikan bahwa orang tersebut ilegal sebab tim sinkronisasi belum diumumkan dan belum ada personelnya.

    “Apabila ada yang mengaku, itu tidak benar, dan (unsur Pemprov DKI Jakarta) jangan segan-segan menolaknya,” tegas Gubernur terpilih Anies Baswedan. (ASM)

    TULIS TANGGAPAN