Fasilitas Masjid KH Hasyim Asy’ari Belum Lengkap Jelang Ramadan

    66
    Presiden RI Joko Widodo meresmikan proyek Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat (Istimewa)

    INDONESIANEWS – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memerintahkan jajarannya agar segera melengkapi fasilitas pendukung di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari.

    Instruksi Djarot itu berkaitan dengan bakal ramainya jemaah masjid yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada Ramadan 1438 H. Hari pertama puasa diperkirakan pada 27 Mei 2017.

    “Saya dapat informasi ada fasilitas yang belum maksimal. Ini harus segera diperbaiki,” ujar Djarot di Jakarta.

    Ditambahkan, ia meminta kepada pelaksana pembangunan agar segera merampungkan penyempurnaan dan penambahan fasilitas masjid yang terletak di Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat, itu. “Sebelum hari pertama tarwih harus sudah selesai,” tandas Djarot.

    Menanggapi terpisah perintah Plt. Gubernur DKI Jakarta, Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Fatahillah mengemukakan fasilitas yang belum lengkap dimaksud berupa sound system, fasilitas pendukung tempat wudhu, halaman parkir, serta taman.

    “Penyempurnaan fasilitas di masjid ini akan dilakukan melalui bantuan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” kata Fatahillah.

    Perbaikan perangkat pengeras suara dilaksanakan oleh Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Tambora. Perbaikan taman ditangani Suku Dinas (Sudin) Kehutanan, Pemkot Jakarta Barat. Sementara, untuk halaman parkir diserahkan kepada UPT Masjid Dinas Sosial, Pemprov DKI Jakarta.

    “Kami upayakan bisa selesai sebelum Ramadan,” tandasnya.

    Peresmian Cepat

    Presiden RI Joko Widodo meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari pada Sabtu, 14 April 2017, lima hari sebelum hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta.

    Ide pembangunan masjid terbesar di Jakarta Barat tersebut mulai dianggarkan saat ibu kota negara dipimpin Joko Widodo.

    Joko Widodo saat peresmian menyatakan alasan khusus dirinya menamakan masjid tersebut meminjam nama KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, karena ketokohannya.

    “Almarhum adalah pahlawan nasional yang cinta Republik Indonesia dengan sepenuh hati. Beliau meletakkan fondasi agama yang ramah dan moderat,” ujar Jokowi.

    Peresmian cepat Masjid KH Hasyim Asy’ari sempat dikait-kaitkan dengan kepentingan Pilkada DKI Jakarta. Calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama diprediksi memperoleh keuntungan langsung maupun tidak langsung atas beroperasinya rumah ibadah tersebut sebelum hari pemungutan suara. (LMC)

    TULIS TANGGAPAN