4 Ribu Warga Terisolir akibat Longsor di Sijunjung

    69
    Beberapa ruas jalan di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, terputus akibat tanah longsor (Istimewa/padek.co & antaranews.com)

    INDONESIANEWS – Tanah longsor mendera Nagari Silokek dan Durian Gadang di Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sujunjung, Sumatera Barat.

    Walaupun tidak masif, longsor yang menimpa ruas jalan mengakibatkan ribuan warga terisolir. Selain dampak ini, ratusan murid di masing-masing nagari atau desa tidak dapat mengikuti ujian akhir nasional.

    Longsor yang terjadi pada Senin malam, 15 Mei 2017, mengakibatkan akses jalan tembus antara Muara Sijunjung, Nagari Silokek, dan Durian Gadang terputus. Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menjadi penyebab.

    Sedikitnya 4.200 warga di Nagari Silokek dan Durian Gadang, masing-masing di Kecamatan Sijunjung tidak bisa ke luar kampung.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung Hardiwan mengungkapkan badan jalan yang ambrol hingga sisi sungai cukup panjang. Akibatnya, jalan sama sekali tidak dapat dilewati. Sementara jalan yang amblas adalah akses penghubung satu-satunya.

    “Dinas Pekerjaan Umum berupaya membuatkan jalan alternatif untuk menghubungkan dua nagari tersebut. Minimal bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Hardiwan.

    Selain merusak jalan, kata Hardiwan, curah hujan yang cukup tinggi juga menyebabkan genangan air di sejumlah titik. Walau belum berdampak terlalu besar, BPBD sudah menyiapkan petugas dan peralatan penunjang untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar.

    BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum menargetkan pengerjaan jalur alternatif penghubung dua nagari tersebut segera selesai dikerjakan dan bisa dilalui kendaraan bermotor.

    BPBD mengimbau seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor susulan di sejumlah lokasi. Sijunjung memang merupakan salah satu wilayah yang rentan banjir dan pergerakan tanah di Sumatera Barat. (ASD)

    TULIS TANGGAPAN