Dosen Unjuk Rasa di Istana Negara Tuntut Diangkat Jadi ASN

    84
    Ilustrasi: Unjuk rasa kelompok masyarakat menyuarakan aspirasi atas hak-haknya kepada pemerintah (Istimewa)

    INDONESIANEWS – Demonstrasi bukan cuma milik kalangan guru honorer. Pengajar di perguruan tinggi alias dosen juga terpaksa menggelar unjuk rasa untuk menyuarakan hak-hak.

    Mengusung tuntutan agar pemerintah segera menetapkan mereka menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) –dahulu disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS)– seratusan dosen melakukan Aksi 1805 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Mei 2017.

    Dalam orasinya para pendidik perguruan tinggi itu menyatakan proses pengangkatan dosen menjadi ASN tidak jelas. Sebagian besar dosen telah tujuh tahun menjadi Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) namun seluruh pegawai, dosen hingga staf, statusnya tidak jelas.

    PTNB baru tersebut lahir dari program pemerintah menjadikan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Maksudnya agar kualitas perguruan tinggi secara rata-rata di Indonesia meningkat.

    “Aset tanah, gedung, mahasiswa diambil. Dosen dan stafnya ditelantarkan. Mana keadilan pemerintah,” orasi seorang dosen asal Bangka Belitung di atas mobil komando.

    Sang orator meriakkan yel-yel yang langsung disambut gegap gempita massa pendemo. “PNS, Yes! P3K, ke laut aja.”

    P3K yang dimaksud adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, atau disingkat PPPK.

    Sementara Ketua Ika‚Äétan Lintas Pegawai (ILP) PTNB Fadillah Sabri mengatakan, penolakan terhadap P3K karena formatnya hingga saat ini belum jelas.

    “Kami hanya diinfokan P3K mirip PNS. Namun aturan mainnya belum ada. Yang sudah nyata PNS, makanya kami menuntut di PNS-kan,” tegas Fadillah. (HDN)

    TULIS TANGGAPAN