Tambal APBN, Pemerintah Bakal Tambah Utang

    42

    INDONESIANEWS.ID – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menhatakan akan, tambahan utang sebesar Rp 5 triliun untuk membiayai defisit APBN selama 2017.

    Penambahan tersebut digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur. “Penambahan utang sebesar Rp 5 triliun menunjukkan tambahan bersih atau netto dalam bulan Mei untuk membiayai defisit APBN selama 2017,” kata Robert, di Jakarta, Rabu (28/6/2017).

    Menurut Robert, untuk mengukur sustainability atau nilai relatif dari utang tersebut, harus dibandingkan secara relatif terhadap produk domestik bruto. Dengan begitu, kata dia, maka akan didapat angka rasio sekitar 28 persen.

    Sehingga, Robert menilai angka ini tergolong aman. Dia menjelaskan, tambahan utang Rp 5 triliun itu dalam struktur pengeluaran APBN 2017 ada untuk belanja infrastruktur. ”Ada untuk belanja infrastruktur dan lain -lain,” ucap Robert.

    Robert menuturkan, meski utang meningkat, dengan reformasi perpajakan, penerimaan negara akan meningkat. Sehingga, diharapkan akan mengurangi defisit anggaran. (Jamaal/Ant)

    TULIS TANGGAPAN