Selamat Tinggal Ban Tubeless, Dijamin Bebas Angin Ini Tampilan Ban Anti-Kempes Teranyar Michelin

Total Views : 14
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

INDONESIANEWS.ID: Era ban tubeless atau ban yang tidak memiliki ban dalam yang selama ini dianggap praktis sepertinya bakal berakhir menyusul inovasi baru ban tanpa udara pertama bernama Uptis. Michelin dan General Motors mengumumkan desain ban baru ini memungkinkan pemilik untuk tak lagi perlu melakukan pemeliharaan. Michelin dan GM melakukan pengembangan sejak dua dekade lalu.

Dikutip dari DailyMail kemarin, ban bernama Uptis (sistem ban anti-tusukan unik) ini terbuat dari fiberglass dengan resin dan roda aluminium. Sejauh ini dibutuhkan 50 paten untuk melindungi teknologinya. Uptis  diklaim dapat mereplikasi kinerja ban saat ini sekaligus lebih ramah lingkungan, lebih tahan lama, dan lebih murah.

“Ini prototipe revolusioner. Kami telah membuktikan konsep seperti ini bukan mimpi,” ujar wakil presiden eksekutif Michelin, Erick Vinesse pada KTT transportasi Movin'On di Montreal. "Desain ban ini akan mengurangi stres dan membuat pengendara lebih tenang karena tak ada lagi risiko atau problem ban seperti kempes," katanya.

Michelin menambahkan desain Uptis juga bisa dicetak 3D dan akan lebih berkelanjutan dan cenderung meningkatkan ekonomi bahan bakar. "Aspek keberlanjutan sangat penting untuk sepuluh tahun ke depan," jelas Vinesse. “Kami memiliki ambisi dalam 30 tahun ke depan produk kami  80 persen terbarukan dalam segala hal.”

Ia menyebut aspek berkelanjutan dapat memberikan solusi dengan dampak lebih kecil terhadap lingkungan secara keseluruhan. “Jadi ada manfaat global untuk masyarakat dan semua orang,” lanjutnya.

GM dan Michelin mengatakan Uptis tidak akan memicu persoalan di jalan. Jari-jarinya yang menggantikan dinding samping ban biasa dan mampu menanggung berat mobil penumpang atau SUV, sama baiknya dengan versi pneumatik tradisional. Sesuatu yang selama ini menjadi batu sandungan iterasi sebelumnya.

Desain revolusioner Uptis juga memungkinkan roda diganti dengan tapak baru tanpa penggantian menyeluruh. Ini diyakini Michelin akan mengurangi biaya, bahan dan waktu untuk produsen dan konsumen. (**)