Ketua MPR: TNI dan Rakyat Harus Bersatu Jadi Benteng Kedaulatan Bangsa

Total Views : 6
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

INDONESIANEWS.ID: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, Indonesia masih mendapat ancaman serius berupa gerakan radikalisme, terorisme dan intoleransi yang berupaya meruntuhkan Pancasila. Karena itu TNI dan seluruh rakyat Indonesia harus bersatu padu menjadi benteng kedaulatan bangsa. "Kita harus waspada terhadap kegiatan yang berupaya meruntuhkan Pancasila sebagai ideologi negara dan mengganggu keberadaan NKRI. TNI dan seluruh rakyat Indonesia harus bersatu padu menjadi benteng kedaulatan bangsa," kata Bambang Soesatyo pada HUT ke-74 TNI di Jakarta, Sabtu (5/10/2019) seperti dilansir Antara.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, saat ini dunia tidak semata sedang berubah, tetapi sedang terdisrupsi. Di era disrupsi ini kemapanan bisa runtuh dan ketidakmungkinan bisa terjadi, sehingga arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka harus dimanfaatkan dan sekaligus diwaspadai.

"Kita tidak boleh takut terhadap keterbukaan. Tetapi, pada saat yang sama kita harus meningkatkan kewaspadaan. Kemudahan arus komunikasi dan interaksi bisa menjadi ancaman terhadap ideologi Pancasila, ancaman terhadap tradisi dan seni budaya kita, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa," kata Bamsoet.

Lebih jauh, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, masih adanya gerakan radikalisme, terorisme serta intoleransi yang mengancam Pancasila dan keberadaan NKRI. Sejak Indonesia merdeka, ideologi Pancasila dan NKRI selalu mendapat rongrongan baik dari dalam maupun dari luar.

"Berbaurnya ancaman militer dan nonmiliter mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi dan diantisipasi. Karena itu TNI harus berbenah diri dan berubah menjadi lebih baik menuju TNI profesional untuk menjaga Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Bamsoet.