“ Jejak karir politik calon Ketum PAN harus clear and clean “

Total Views : 104
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

Kendari-INDONESIANEWS.ID: Partai Amanat Nasional menyelenggarakan Kongres Nasional V pada 10-12 Februari 2020 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kongres adalah permusyawaratan tertinggi sekaligus momentum politik strategis sebagai arena untuk memilih dan menetapkan ketua umum baru periode 2020-2025.


 

Sebagaimana kita tahu, di pemilu 2019, perolehan kursi PAN di DPR RI mengalami penurunan yang signifikan,yaitu hanya mendapat urutan kedelapan dari sembilan partai politik yang lolos ke Senayan. PAN mendapat 44 kursi pada Pemilu 2019 artinya turun empat kursi dari periode sebelumnya.

 

Kongres menjadi bahan evaluasi menyeluruh, bukan saja memilih dan menetapkan ketua umum baru, tapi perlu melakukan perubahan mendasar terkait managemen partai yang selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini cenderung salah urus dan melenceng dari garis dan cita-cita partai.

 

Demikian pandangan ini diungkapkan Aep Sulaeman, politisi senior dan mantan anggota DPRD Jawa Barat 2014-2019 melalui release yang diterima redaksi.


"Pembenahan internal partai perlu dilakukan secara menyeluruh dan mendasar, tentu kongres ini menjadi penentu jika PAN ingin besar, maju dan dihormati partai lain, maka pergantian pemimpin baru adalah sangat mendesak" kata Aep, senin (10/2).

Oleh karena itu, Aep berpendapat jika calon ketua umum PAN harus memiliki jiwa pemimpin yang mengayomi dan berwibawa serta memiliki jejak karir politik yang clear and clean,."Ini sangat penting sebagai ukuran agar kursi PAN di pemilu mendatang setidaknya masuk kembali di lima besar secara nasional," ucap Aep.

 

Hingga saat ini, ada empat nama yang masuk bursa caketum PAN. Mulai dari mantan Menteri, anggota DPR RI, hingga Wakil Ketua MPR RI. Ke empat nama itu adalah Asman Abnur, Drajad Wibowo, Mulfachri Harahap, dan Zulkifli Hasan.

 

Dan masing-masing kandidat sudah menyatakan kesiapan untuk bertarung hingga akhir dalam proses pemilihan nanti.

 

Hal senada disampaikan oleh Ujang Sahrudin yang juga wakil ketua DPW PAN Jawa Barat, berpendapat bahwa untuk meraih kejayaan PAN dimasa mendatang seperti halnya di masa awal reformasi, maka posisi ketua umum adalah faktor yang sangat menentukan, “ sosok sdrku Asman Abnur menjadi fokus perhatian bagi kami, khususnya para voter di Jawa Barat“ imbuh Ujang, yang juga mantan pimpinan DPRD kota Bandung ini.

 

Lebih jauh diungkapkan oleh Bima Arya, wakil ketua umum DPP PAN seperti dilansir ANTARA SULTRA bahwa Asman Abnur adalah politisi PAN dengan rekam jejak yang lengkap. Mulai dari memimpin daerah sebagai Wakil Wali Kota Batam periode 2000-2005, pernah dipilih partai menjadi bendahara umum, pernah menjadi anggota legislatif di tingkat DPR RI, dan pernah menjadi menteri. "Tidak banyak kader kami yang lengkap seperti pak Asman," ungkap Bima.

 

Oleh karena itu, PAN memerlukan sosok yang bisa diterima semua kader internal untuk menghimpun semua energi mereka terutama dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2024.

"Artinya, ketika beliau terpilih nanti insya Allah semua akan kami himpun untuk bergerak bersama-sama. Karena sosok pak Asman itu nisbi bisa menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak," kata Bima. //czs

 


Penulis : Cecep Zafar

Editor : Redaksi