Aksi Saling Lempar Kursi di Kongres PAN, loyalis Asman Abnur memilih melerai

Total Views : 83
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

Kendari-INDONESIANEWS.ID -- Aksi saling lempar kursi terjadi di ruang sidang utama di Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2). Kericuhan terjadi dalam Rapat Pleno I yang tengah membahas agenda tentang tata tertib (tatib) Kongres V PAN.



Di arena sidang, nampak mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang kemudian sempat meninggalkan ruang sidang utama saat insiden itu terjadi. Namun, Bang HR (sapaan Hatta Radjasa) terlihat kembali ke ruang rapat utama beberapa saat kemudian, sementara Amien tidak muncul lagi.

Aksi saling lempar kursi antara kader PAN yang berada di ruang sidang utama tidak berlangsung lama. Aparat kepolisian yang sudah disiagakan sejak senin lalu langsung bertindak untuk menghentikan aksi para kader partai berlambang matahari tersebut.


Situasi pun kembali kondusif setelah calon petahana, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Panitia Pelaksana Kongres V PAN Eko Hendro Purnomo meminta para kader PAN untuk menjaga ketenangan.

"Saudaraku, Zulhas di sini. Saudaraku, saudaraku duduk di kursi masing-masing. Lempar-lempar setop, cukup-cukup. Ambil tempat duduk masing-masing," kata Zulhas dari atas panggung kepada para kader PAN yang hadir di ruang rapat.

Teriakan para pendukung caketum PAN pun sempat terdengar beberapa saat setelah aksi lempar-lemparan kursi terjadi. Berdasarkan pantauan, hanya terdapat dua nama caketum PAN yang diserukan yakni Zulhas dan Mulfachri Harahap. Sementara para kader pendukung/loyalis Asman Abnur dan Drajad Wibowo tidak terpancing emosinya bahkan lebih memilih menenangkan suasana serta terlihat melerai dua kubu calon yang berseteru.

 

Politisi senior asal Jawa Barat, Aep Sulaeman yang juga hadir disekitar arena kongres mengatakan bahwa penyelenggaraan Kongres V PAN ini harus disikapi dengan serius tapi juga dijalani dengan santai dan riang gembira, “ filosofi silih asih, asah dan asuh adalah ciri khas orang siliwangi, kami hadir di bumi kendari tidak akan membuat kisruh dan rusuh. Kita tetap saudara satu kader dalam ikatan Nusantara “ kata Aep.

 
Melansir dari laman berita CNN Indonesia, Agenda Rapat Pleno I yang membahas tatib Kongres V PAN berlangsung cukup alot sejak dimulai pada pukul 11.00 WITA. Rapat sempat diskors Sekarang sidang diskors sementara oleh pimpinan sidang Ahmad farhan Hamid karena ada dinamika yang meninggi di dalam ruangan pada pukul 11.42 WITA.



Sekretaris Panitia Pengarah Kongres V PAN Saleh Daulay mengatakan dinamika dalam Rapat Pleno I yang membahas agenda tentang tatib yakni terkait masalah status peserta.

Menurutnya, sejumlah peserta ingin agar ruang sidang utama steril atau hanya diisi oleh kader PAN yang berstatus sebagai peserta saja.

"Itu ada peserta, ada peninjau, ada bermacam undangan. Mereka tidak mau kalau misalnya ada orang-orang yang buat itu dimasukkan sehingga suasananya mereka inginkan tertib jadi sekarang diskors tadi untuk strerilisasi kepesertaan," ucap Saleh.

Kemarin Kongres PAN di Kendari juga ricuh meski acara belum secara resmi dibuka. Sejumlah peserta protes lantaran ingin tetap mendaftar untuk bisa hadir dalam Kongres meski pendaftaran sudah ditutup.


Penulis : Cecep Zafar

Editor: Redaksi