Terbelit Jiwasraya, Ada Sekuritas dan Asuransi yang Gagal Bayar?

Total Views : 11
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

INDONESIANEWS.ID: Beberapa perusahaan sekuritas dan asuransi dikabarkan mengalami gagal bayar kepada nasabah lantaran rekening efeknya ikut diblokir oleh Kejaksaan Agung terkait pengusutan kasus Jiwasraya. Klarifikasi mulai mengalir dari perusahaan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai kabar ini. Salah satu perusahaan yang sempat diberitakan mengalami gagal bayar yaitu Kresna Asset Management. Namun, manajemen perusahaan membantah informasi tersebut melalui surat tertulis pada Kamis (13/2).



Semua produk yang dikeluarkan perusahaan dipastikan tidak pernah dalam keadaan gagal bayar, termasuk produk reksa dananya. “Sampai dengan hari ini, tidak ada satu pun produk reksa dana Kresna Asset Management yang tidak bisa dicairkan,” demikian tertulis. Dilansir katadata.

Sebelumnya, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memang melakukan pemblokiran terhadap ratusan rekening efek. Pemblokiran atas perintah OJK setelah adanya permintaan dari Kejaksaan Agung. Pemblokiran tersebut untuk mempermudah pengusutan kasus Jiwasraya. Pengamat Asuransi Peringatkan Risiko Sistemik Di tengah kabar gagal bayar ini, Pengamat Asuransi Irfan Rahardjo memperingatkan risiko sistemik imbas pemblokiran rekening efek dari perusahaan sekuritas dan asuransi. Pemblokiran rekening efek disebut mempengaruhi likuiditas industri keuangan nonbank. “Pemblokiran secara sepihak tanpa proses hukum yang jelas bisa menimbulkan risiko sistemik bagi seluruh industri keuangan nonbank,” ujarnya. Pemblokiran ini juga dinilai bertolak belakang dengan upaya pemerintah mendorong investasi di Tanah Air.

Secara khusus, untuk perusahaan asuransi jiwa, ia menjelaskan, pemblokiran rekening yang berlarut-larut akan membuat likuiditas perusahaan semakin kritis dan tak mampu bernegosiasi dengan nasabah untuk penundaan pembayaran polis jatuh tempo. Perusahaan asuransi memang memiliki dana jaminan sebagai bentuk perlindungan akhir bagi pemegang polis. Dana tersebut bisa dicairkan namun harus menunggu persetujuan OJK. “Demi keberlangsungan usaha asuransi jiwa OJK harus mengambil langkah sangat segera agar tidak terjadi gagal bayar klaim asuransi yang semakin meluas dan memberatkan nasabah,” ujarnya. Ia pun meminta OJK untuk melakukan verifikasi secara cermat sehingga tidak terjadi pemblokiran rekening efek yang tidak terkait langsung dengan kasus Jiwasraya.[]