Ancaman Besar Ledakan Virus Corona dari Mudik Lebaran

Total Views : 38
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

INDONESIANEWS.ID: Sepekan ini pejabat teras pemerintah pusat berpikir keras untuk menentukan perlukah melarang mudik saat Lebaran pada Mei nanti. Ganasnya penyebaran virus corona menjadi arus utama pembahasan, terutama dalam beberapa rapat di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Saat memimpin rapat Senin kemarin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyuarakan kebijakan “Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020”. Rencana ini sebagai ikhtiar dalam memutus mata rantai penularan pandemi Covid-19.



“Semua demi keselamatan dan keamanan bagi para pemudik, juga untuk seluruh masyarakat,” kata Luhut. Tapi itu belum kata final. “Segala kebijakan ini menunggu keputusan dari Ratas Kabinet yang akan dipimpin Bapak Presiden.” Namun hingga kemarin belum terdengar keputusan akhir dari istana. Padahal beberapa kementerian merekomendasikan larangan hajatan balik kampung. Kementerian Perhubungan, misalnya, mengusulkan secara formal larangan mudik. “Sebenarnya memang akan melarang, tapi butuh persetujuan dari rapat terbatas,” kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Adita Irawati dalam video conference di Jakarta, Jumat kemarin (27/3). Dilansir katadata.

Menurut Adita, rekomendasi tersebut didasarkan pada data penyebaran virus corona di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Saat ini sudah ada warga Jabodetabek yang curi start menyusul wacana larangan mudik. Padahal Ibu Kota Jakarta merupakan episentrum virus corona di Tanah Air.

Akibatnya, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di sejumlah daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah meningkatkan. Sebagai contoh, kata Adita, terjadi di Kabupaten Sumedang. Kementeriannya pun merekomendasikan larangan mudik karena potensi penyebaran virus corona sangat luas. “Dan menambah zona merah di zona tujuan mudik. Kami dengan tegas merekomendasikan untuk melarang,” ujarnya. Jumlah ODP di Sumedang memang makin tinggi pekan ini. Hingga Kamis kemarin, seperti terlihat dalam grafik Databoks di bawah ini, jumlah orang yang berpotensi terpapar Covid-19 di kabupaten ini yang paling banyak di luar Depok, Bekasi, dan Bandung. []