AS vs Cina, Pertarungan di Laut Cina Selatan di Tengah Covid-19

Total Views : 149
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

Tembakan Salvo Amerika di Tengah Badai Virus Corona Di tengah goncangan dunia akibat penyebaran Covid-19 yang bermula di Wuhan, Cina, Amerika Serikat –yang mulai kehilangan taji dan pamor termasuk di antara sekutu NATO– mencoba mengirim kode keras kepada Cina. Peluru kendali jarak jelajah menengah ditembakkan ke arah pantai Cina. Tiongkok boleh membantu negara-negara NATO, seperti Italia melawan Covid-19, tetapi jangan pernah mengusik sekutu Amerika Serikat. Beberapa hari sebelumnya, pesawat militer Cina terbang dari Fuzhou melewati garis tengah Selat Taiwan. Pesawat Cina dan F 16 Taiwan sempat berhadapan selama 10 menit.

Dalam buku putih Pertahanan RRC 2019 tercantum bahwa Tentara Pembebasan Cina (PLA) akan mengalahkan siapapun yang berusaha memisahkan Taiwan dari Cina. Amerika menuduh Cina mengelabui aktivitasnya yang tidak berdasar hukum di Laut Cina selatan, di tengah badai virus corona.Pesan Amerika tidak tanggung–tanggung. Untuk pertama kalinya, kapal perang angkatan laut AS USS Barry menembakkan peluru kendali jarak menengah SM-2 ke arah Cina pada 24 Maret 2020, dari arah laut Filipina, di bawah sandi latihan Ballistic Misile Defense. Ini adalah tantangan serius. Cina merupakan momok bagi Amerika Serikat. PLA berhasil memproduksi dua jenis peluru kendali DF-21D dan DF-26, yang mempunyai jangkauan 4.000 kilo meter, dapat mencapai pangkalan angkatan laut AS di Guam. Cina juga sudah mengembangkan kapal pengangkut pesawat tempur bernama “Liaoning”, dengan sistem peluncur yang efisien seperti katapel (catapult) launch system.

Komando tempur Pacific Command yang bermarkas di Hawaii, pada Mei 2018 berubah nama menjadi US Indo-Pacific Command. Jangkauan tanggung jawab operasinya meluas hingga ke lautan India. Menteri Pertahanan Jim Mattis menyebut hal ini, “Penting untuk menjaga stabilitas di lautan yang merupakan area kritis bagi perdamaian global”. Ini sejalan dengan jargon Donald Trump yang terkenal itu “Make America Great Again”. Menghadapi manuver Cina di laut Taiwan, Amerika bereaksi keras. Sedikit norak malah. USS Shiloh secara demonstratif berpatroli di Selat Taiwan. Kapal induk USS Ronald Reagan yang doking di Tokyo dan kapal induk Theodore Roosevelt diperintahkan merapat, menghadapi Cina yang memiliki pangkalan angkatan laut kuat di Dalian (Utara) dan Hainan (selatan). Kedua pangkalan Cina ini secara geografis menjepit Taiwan dan Jepang. Apes bagi Presiden Donald Trump. Anak buah kapal induk Theodore Rooesevelt yang sebelumnya sempat sandar di Da Nang Vietnam, diberitakan terkena Covid-19. Brett Crozier, Kapten Kapal Induk menulis surat ke Pimpinan Angkatan Laut untuk izin sandar di Guam.

Sampe L. Purba

Sampe L. Purba

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Sampe L. Purba : AS vs Cina, Pertarungan di Laut Cina Selatan di Tengah Covid-19" , https://katadata.co.id/opini/2020/04/24/as-vs-cina-pertarungan-di-laut-cina-selatan-di-tengah-covid-19
Penulis: Sampe L. Purba
Editor: Muchamad Nafi
Sampe L. Purba

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Sampe L. Purba : AS vs Cina, Pertarungan di Laut Cina Selatan di Tengah Covid-19" , https://katadata.co.id/opini/2020/04/24/as-vs-cina-pertarungan-di-laut-cina-selatan-di-tengah-covid-19
Penulis: Sampe L. Purba
Editor: Muchamad Nafi