Gatot Nurmantyo Hadiri Deklarasi KAMI JABAR di Bandung

Total Views : 77
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

INDONESIANEWS.ID: Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Jabar akhirnya digelar setelah sekian lama tempat berpindah-pindah oleh sepihak, mulai yang asalnya digelar di Hotel Bikasoga, kemudian Hotel Grand Pasundan yang seharunya digelar pagi tadi. Namun dari pihak hotel tidak mengizinkan karena alasan yang tidak masuk akal padahah sudah lunas pembayaran. Pembatalan acara tersebut disinyalir ada pihak-pihak tertentu yang tidak suka dengan kehadiran KAMI.


Setelah penolakan dari pihak hotel menolak acara tersbebut, akhirnya Deklarasi digelar di rumahnya Jumhur Hidayat Jl. Babakan Jeruk, Paster Bandung, Senin (07/09/2020). Hadir dalam acara deklarasi diantaranya Presidium KAMI Pusat Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Prof. Din Syamsudin, Prof, Rahmat Wahad dan tokoh Ulama Jawa Barat, KH. Athian Ali dan beberapa tokoh Jawa Barat lainnya.

Menurut Rizal Fadhilah Presidium KAMI Jabar mengatakan “ Akhirnya kami mengggelar deklarasi ini di rumahnya saudara Jumhur Hidayat dan setelah deklarasi ini kita akan  menggelar aksi dan orasi didepan Gedung Sate Bandung. KAMI Jabar bersemangat untuk kembali ke landasan berbangsa dan bernegara ini kembali ke back to basic, pondasinya yaitu kembali kepada UUD 45 yang asli dan otentik, karena UUD sudah dirusak dan menyebabkan munculnya kolonialisme baru, kapitalisme, liberalisme produk amandemen UUD 1945 dan harus kembali ke UUD 45 mengembalikan  lagi majelis permusyawaratan rakyat sebagai Lembaga tertinggi negara amanat founding father. “ Ujarnya dalam orasi deklarasi.

“ Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR, sebab sekarang Presiden tidak bertanggung jawab kepada siapa-siapa, sehingga sama sekali kelakuannya yang tidak bertanggung jawab. Back to basic kepada Pancasila 14 Agustus 1945, sebagai komitmen dan konsensus kita  bersama, karena selama ini Pancasila diruksak dengan kembali bahasannya asal asli dan historisnya 1 Juni 1945 padahal itulah penyimpangan paling nyata dari sekarang, karena terbuka peluang faham-faham komunisme untuk berkembang. “ tambahnya.

“ 1 Juni 45, yang isinya berketuhanan dan berkebudayaan yang salah kaprah masa ada Tuhan berkebudayaan, masa Tuhan dikendalikan oleh manusia maka celakalah inilah faham komunisme, 1 Juni 45 maka satu paket dengan Trisila dan Ekasila dan perusakan nyata juga. KAMI akan melawan dan Kami Jawa Barat akan mendukung KAMI Nasional dan KAMI-KAMI yang lainnya diseluruh Indonesia. “ tegasnya.

 

Penulis: Redaksi

Editor: Hakim Nur