Mirza Agam Gumay: Anggota KPID Jabar Terpilih Harus Bisa Menciptakan Inovasi

Total Views : 25
Zoom In Zoom Out Baca Nanti Print

INDONESIANEWS:ID Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat menetapkan 7 anggota terpilih KPID Jabar periode 2020-2023. Setelah melakukan serangkaian tahapan, akhirnya terdapat 7 nama yang ditetapkan sebagai Komisioner KPID Jabar. Pihaknya mengucapkan selamat atas terpilih calon anggota Komisioner KPID Jabar 2020-2023.

Mirza Agam Gumay anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra dan dari  Komisi I DPRD Jabar mengatakan “ terkait dengan terpilihnya  7 orang ini bukan hal yang mudah dan dengan didrop dari timsel sebanyak 21 orang dan mereka bagus-bagus argumentasinya dalam hal fit and propertest, walaupun mereka punya latar belakang aktivis dan pengalaman di jurnalistik, teknokrat, akademisi dan itu luar biasa dan itu menjadi kesulitan kami untuk memilih dan kalau misalnya space besar mungkin akan ambil semua. Karena hasil dari timsel ini juga sudah luar biasa dan akhirnya kami harus memutuskan untuk memilih tujuh orang ini.” Ujarnya kepada indonesianews.id.  Rabu (30/09/2020).

 

“ Untuk penilaian kriteria kami sudah menyusun beberapa nama dan nilainya pun tipis diantara para pesertca calon, akhinnya semua ada 14 nama dan untuk 7 nama yang berhasil terpilih menjadi komisioner KPID Jabar. Dan yang tidak terpilih sisa dari 7 orang ini sebagai pergantian antar waktu atau PAW. Dan kedepan harus dipikirkan KPID Jabar agar bisa menciptakan inovasi baru dalam hal kebijakan sebagai pengawasan penyiaran di Indonesia. Dengan jabatan selama 3 tahun ini bisa menyelesaikan PR yang belum selesai dan memang periode KPID Jabar yang sebelumnya ada ketidak tepatan periodeisasi sehingga sehingga terjadi mundur-mundur sampai mereka itu masuk tahun ke enam dan baru terjadi lagi pergantin. “ tambahnya.

 

“ Dan kami berharap khususnya saya sebagai komisi 1 sebagian dari yang memproduk KPID, dan pengawasan KPID ini jangan berulang jadi harus tepat waktu dalam hal periodeisasi ini. Pada periode kali ini baru semua dan yang lama tidak lolos jadi memang tidak ada ketentuan dalam ini bahwa yang lama harus terpilih kembali termasuk gender juga, dan termasuk gender juga tidak ketentuan akan tetapi kita harus menyertakan gender tapi yang ternyata lulus seleksinya juga tidak sampai 10%. Tapi hasil keputusan itu tidak mutlak harus masuk dan tidak ada aturan seperti itu." tegasnya.

Penulis: Redaksi

Editor: Nur Hakim