Mahfud MD Sindir Ketum PSSI Iwan Bule dengan Ucapan “Amoral”

INDONESIANEWS.ID, Jakarta: Ketua Umum PSSI, Mohamad Iriawan alias Iwan Bula baru-baru ini didesak mundur oleh Mahfud MD, Menko Polhukam yang juga menjabat sebagai ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. Mahfud menyebut Iwan amoral jika tak mengundurkan diri dari jabatannya.

“Itukan seruan moral, bukan seruan hukum. Seruan moral itu ya tanggung jawab dia tidak butuh aturan ‘saya mundur begitu’,” ujar Mahfud MD, dikutip dari Kompas Siang yang tayang di YouTube Kompas TV Minggu (23/10/2022)

“Kalau nda mundur ndapapa, ya tapi secara moral dia bisa dianggap tidak bertanggung jawab. Ya bisa dianggap amoral, kita nda akan menginterprensi lah, karena kita tau aturan-aturan,” terangnya lagi.

Mahfud Md sebelumnya mengungkap hasil temuan timnya soal tragedi di Kanjuruhan lebih mengerikan. Ia dan timnya mendapatkan 32 rekaman CCTV mengenai jatuhnya korban tewas dalam tragedi kanjuruhan.

Menurut Mahfud, temuan ini lebih mengerikan daripada yang ada di media sosial maupun media massa. TGIPF juga menyebut kematian para korban tragedi Kanjuruhan karena berdesak-desakan usai gas air mata ditembakkan oleh polisi.

Gas air mata yang ditembakkan polisi ini sedang diteliti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Diketahui, sebanyak 133 penonton meninggal dunia akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Kericuhan terjadi usai penonton turun ke lapangan dan pihak kepolisian menembakkan gas air mata ke arah tribune stadion. Akhirnya, ribuan penonton panik dan berupaya mencari jalan keluar dari stadion.

Situasi itu membuat para penonton berdesakan, kehabisan oksigen, hingga meregang nyawa. Pihak kepolisian sudah menetapkan 6 tersangka dalam perkara ini, yakni Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto. Kemudian, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarman, dan Security Steward Suko Sutrisno.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan Pasal 103 jo Pasal 52 UU RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Sebelumnya, Mahfud MD juga sudah pernah mengomentari pertanggungjawaban PSSI. Ia sempat menegaskan pemerintah memang tak bisa melakukan intervensi terkait aturan FIFA dan statuta PSSI.

Namun, pemerintah boleh mendorong tanggung jawab PSSI terkait persoalan ini. Mahfud berharap ada kesadaran kolektif di antara para pengurus PSSI terkait usulan untuk mengundurkan diri.

Ia menilai hal itu menunjukkan sejauh mana seseorang memandang tanggung jawab moral penting dalam tragedi Kanjuruhan.*(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed