10 Hari Pembenahan IPAL,  Akhirnya PT Sinar Pangjaya Mulia Bisa Beroperasi Lagi 

Jumat, 08-06-2018 10:34 WIB    108 VIEWS
10 Hari Pembenahan IPAL,  Akhirnya PT Sinar Pangjaya Mulia Bisa Beroperasi Lagi 

Bandung-INDONESIANEWS.ID:  Menajemen PT. Sinar Pangjaya Mulia menggelar konferensi pers bersama Komandan Sektor 21 Satgas Citarum, Kol Inf Yusep Sudrajat. Dalam kegiatan tersebut, pihak manajemen pabrik bermaksud untuk meminta pertimbangan Satgas Citarum Sektor 21 agar membuka lubang saluran pembuangan limbah pabrik yang sudah sepuluh hari yang lalu ditutup oleh Tim Satgas Citarum Sektor 21 dibawah komando Kol Inf Yusep Sudrajat.

Edy Sukandar, selaku pemilik pabrik yang didampingi Kuasa Hukum perusahaan dan beberapa Kepala Bagian perusahaan secara langsung mengutarakan maksudnya kepada Komandan Sektor 21 dihadapan sejumlah wartawan dan penggiat lingkungan agar bersedia membuka lubang pembuangan limbah pabriknya. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan perbaikan, kata Eddy, pabrik secara intensif melakukan pembenahan terhadap pengelolaan IPAL-nya.

“Setelah lubang pembuangan limbah ditutup oleh Satgas, kami langsung melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap instalasi pengolahan limbah. Setelah melakukan perbaikan selama sepuluh hari dan yakin pengolahan saat ini sudah jauh lebih baik, saya rasa satgas mau bersedia membuka lubang pembuangan limbah yang dicor agar kami dapat membuktikan bahwa limbah yang akan keluar sudah jauh lebih ramah terhadap ekosistem sungai,” terang Edy Sukandar, kepada awak media di Holiday Inn Kota Bandung, Kamis, 7 Juni 2018.

“Ini juga sebagai komitmen kami dalam mendukung program pemerintah terhadap percepatan pengendalian kelestarian ekosistem daerah aliran sungai Citarum,” imbuhnya.

Ditambahkan Benny Wullur selaku Kuasa Hukum PT Sinar Pangjaya Mulia, mengatakan bahwa selama ini perusahaan telah berupaya mengikuti sesuai aturan yang ada dalam pengolahan limbah. Bahkan pabrik saat ini telah menambah instalasi penampunganLamella Clarifier/Tabung Miring Sedimentasi (Tangki untuk Wastewater pemisahan padat dan cair).

“Terkait pengolahan limbah, perusahaan selama ini taat aturan, bahkan sebagai komitmen mendukung kelestarian lingkungan, saat ini pabrik telah membangun instalasi penampungan Lamella Clarifier dengan kapasitas 120 kubik perjam,” ujarnya.

Selama lubang pembuangan limbah ditutup oleh tim satgas citarum sepuluh hari yang lalu, perusahaan yang biasa memproduksi sebanyak 20 ton, setelah ditutup mengaku hanya dapat memproduksi sebanyak 5 ton saja, sesuai kapasitas pengolahan recycle 30 persen yang dimiliki pabrik.

“Produksi sebanyak itu membuat biaya produksi tidak sesuai dengan jumlah produksi, dan dengan jumlah produksi sebanyak itu perusahaan terpaksa merumahkan sejumlah karyawan,” keluh Edy Sukandar.

Untuk memaksimalkan, kata Edy, tak hanya memperbaiki system pengolahan limbahnya saja, tetapi juga telah melakukan peningkatan kinerja SDM/ operator IPAL di pabriknya.

Penulis : Acep Dimulya

Editor: Hakim Nur

Foto: Acep D