oleh

Dana Asing Kabur Rp 1,3 T, Rupiah Melemah Tipis 0,1% dalam Sepekan

-Ekonomi-3.011 views

INDONESIANEWS.ID: Nilai tukar rupiah pada perdagangan pekan ini ditutup di posisi Rp 14.105 per dolar AS, melemah tipis 0,1% dibandingkan penutupan pekan lalu. Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar dari instrumen portofolio pada Senin hingga Kamis pekan ini mencapai Rp 1,3 triliun. Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan menjelaskan, investor asing keluar dari pasar keuangan domestik menapai Rp 2,55 triliun pada 30 November-3 Desember. Asing mencatatkan aksi beli neto sebesar Rp 1,3 triliun di pasar SBN, tetapi mencatatkan jual neto di pasar saham sebesar Rp 3,85 triliun.

“Berdasarkan data setelmen sepanjang 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik masih mencatatkan jual neto sebesar Rp 142,56 triliun,” ujar Junanto dalam siaran pers, Jumat (4/12). Bank Indonesia mencatat, imbal hasil SBN tenor 10 tahun pada hari ini stabil dibandingkan posisi kemarin di kisaran 6,18%. Sementara imbal hasil tenor 10 tahun kemarin naik ke level 0,906%.

Adapun persepsi risiko investasi di Indonesia yang tergambar dari Premi Credit Default Swaps atau CDS Indonesia 5 tahun turun ke 66,88 bps per 3 Desember 2020 dari 71,29 bps per 27 November 2020. Meski melemah tipis dibandingkan akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah hari ini menguat 35 poin dibandingkan penutupan kemarin. Rupiah menguat bersama dengan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, yuan Tingkok melemah 0,15%, ringgit Malaysia 0,31%, baht Thailand 0,46%, rupee India 0,21%, peso Filipina 0,02%, dan won Korea Selatan 1,34%. Hanya yen Jepang yang berhasil menguat 0,15% terhadap dolar AS. Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menjelaskan, rupiah berhasil menguat hari ini karena sentimen positif dari stimulus fiskal AS dan persetujuan penggunaan vaksin. Kedua sentimen tersebut mendatangkan harapan bagi pemulihan ekonomi dan memberikan dorongan positif pada aset-aset berisiko. “Pekan depan, isu masih akan sama. Prospek pemulihan ekonomi masih akan menjadi sorotan,” ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (4/12). Dilansir katadata.

Bila progress vaksin dan stimulus berlangsung baik, menurut Ariston, rupiah berpotensi menguat pada pekan depan. Rupiah akan bergerak pada rentang Rp 13.950 hingga Rp 14.200 per dolar AS. Sementara itu, Direktur TrFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan, indeks dolar AS melemah pada hari ini akibat kabar perkembangan vaksin Pfizer yang mengalami gangguan dalam rantai pasokan. Di sisi lain, Amerika Serikat tengah menghadapi gelombang kedua kasus Covid-19. Pada saat berita ini ditulis, indeks dolar melemah 0,09% ke posisi 90,6. Ibrahim memperkirakan rupiah pada pekan depan akan dibuka menguat dan berada di rentang Rp 14.070 hingga Rp 14.120 per dolar AS. Pertemuan Bank Sentral AS dan Bank Sentral Eropa serta keputusan terkait kebijakan kedua bank sentral ini akan mempengaruhi pergerakan rupiah pekan depan.Demikian pula dengan perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri. Pasien positif Covid-19 bertambah 5.803 orang per 4 Desember 2020. Total Kasus mencapai 563.680 dengan 466.178 pasien dinyatakan sembuh dan 17.479 orang meninggal dunia. []

Redaksi
Author: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

News Feed